Berita  

Bhabinkamtibmas Pulau Tidung Lakukan Monitoring terhadap Warung-Warung yang Menjual Obat Sirup

Jakarta – Fenomena kasus gagal ginjal akut saat ini tengah merebak di Indonesia. Korbannya didominasi anak-anak pasca mengonsumsi obat sirup yang diduga mengandung Etilen Glikol dan Dietilen Glikol.

Berkaca akan hal tersebut, Bhabinkamtibmas Pulau Tidung, Polsek Kepulauan Seribu Selatan, Polres Kepulauan Seribu Briptu Andika didampingi oleh Polwan Polsek Kepulauan Seribu Selatan Brigadir Indri melakukan monitoring terhadap warung-warung di wilayah Pulau Tidung yang menjual obat sirup maupun generik, Minggu (23/10/2022).

BACA JUGA:  Kegiatan Patroli Malam Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Pemilu 2024 di Wilayah Polsek Kepulauan Seribu Selatan

Andika mengatakan bahwa dalam pelaksanaan monitoring yang dilakukannya, ia memberikan imbauan kepada para pemilik warung untuk melaporkan kepada pihak puskesmas untuk dilakukan pengecekan terhadap merk obat sirup yang diduga mengandung Etilen Glikol maupun Dietilen Glikol.

“Kami sambangi para pemilik warung dan mengimbau apabila menjual obat sirup, agar para pemilik berkoordinasi dengan petuga puskesmas Kelurahan Pulau Tidung untuk dilakukan pengecekan terhadap obat tersebut apakah mengandung zat yang berhaya atau tidak”, ujar Andika.

BACA JUGA:  Sambut Tahun Pemilu 2024 Polres Kepulauan Seribu Latih Dalmas Anggota Sat Samapta

“Ini dilakukan menindaklanjuti maraknya fenomena gagal ginjal akut yang terjadi di Indonesia”, tambahnya.

Selanjutnya Andika mengatakan bahwa setelah dilakukannya pengecekan pada warung-warung yang ada di Pulau Tidung, tidak ditemukan adanya obat sirup yang diduga mengandung zat berbahaya.

“Alhamdulillah, setelah dilaksanakannya monitoting terhadap warung-warung, tidak ditemukan adanya obat sirup yang mebgandung zat berbahaya”, jelas Andika.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Pulau Kelapa Dialog dan Solusi Keluhan Masyarakat di Jumat Curhat

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dokter Puskesmas Pulau Tidung, dr. Haryo bahwa di Pulau Tidung ini tidak ditemukan adanya kasus seperti diare, demam, susah kencing dan muntah muntah pada anak anak”. Pungkas Andika.